Kamis, 12 Mei 2016

PROFIL TBM. JENDELA ILMU



 
Diana, Duta Gemar Membaca TBM Jendela Ilmu
1. PENDAHULUAN
Kesadaran membaca merupakan sikap yang dapat diterapkan dan dikembangkan. Namun terkadang, budaya menonton telah mempengaruhi tingkatan membaca seseorang. Adakalanya, sebagian dari kita lebih senang mendengar berita di radio atau menontonnya di televisi, ketimbang membaca buku atau surat kabar. Padahal berita yang disajikan melalui radio dan televisi sifatnya sekilas dan tidak diulang kecuali pada jam yang berbeda. Tetapi kalau dalam bentuk tertulis kita bisa membaca berulang-ulang dan bisa mendiskusikannya dengan sesama pembaca jika ada kalimat yang tidak kita pahami maksudnya.
Di negara kita sendiri (Indonesia) upaya untuk menumbuhkan minat baca tulis ini sudah secara tidak langsung dilakukan oleh R.A Kartini (1879-1904) yaitu dengan mengurangi jumlah penderita buta aksara. Kartini mengajar membaca dan menulis kaumnya sekalipun dia sendiri hanya berpendidikan Sekolah Dasar. Perjuangan yang dilakukan oleh Kartini ini memang tidak sia-sia karena United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) memberikan penilaian bahwa Indonesia dijadikan sebagai model pemberantasan buta aksara di kawasan Asia Pasifik.
Sejak 2007, buta aksara di Indonesia turun 1,7 juta orang, menjadi 10,1 juta. Pada tahun 2011 penduduk Indonesia berusia 15-59 tahun yang masih tuna aksara berjumlah 6.730.682 orang, terdiri atas 2.265.399 orang laki-laki dan 4.465.282 orang perempuan. Sekitar 7 juta di antaranya perempuan. Namun sangat di sayangkan, berkurangnya angka penderita buta aksara tidak lantas membuat minat baca tulis masyarakat Indonesia menjadi tinggi. International Educational Achievement mencatat kemampuan membaca siswa Indonesia paling rendah di kawasan ASEAN. Kesimpulan itu diambil dari penelitian atas 39 negara. Indonesia menempati urutan ke-38. Dua hal itu antara lain menyebabkan United Nations Development Program (UNDP) menempatkan Indonesia pada urutan rendah dalam hal pembangunan Sumber daya manusia.
Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca tulis masyarakat Indonesia. Pertama kurangnya fasilitas pendukung, seperti misalnya taman bacaan masyarakat yang bisa mendukung minat baca tulis masyarakat. Kedua, kurangnya penghargaan terhadap hasil karya berupa tulisan. Ketiga, status ekonomi masyarakat kita yang kebanyakan berada di bawah standar menyebabkan sebagian besar masyarakat lebih memilih menghabiskan waktu untuk mencari uang, daripada duduk manis di kursi untuk membaca atau menulis, tidak hanya itu harga buku yang terkadang tidak terjangkau oleh sebagaian masyarkat dapat dijadikan salah satu alasan rendahnya minat baca masyarkat. Keempat, Adanya asumsi yang berkembang di masyarkat bahwa kegiatan membaca dan menulis adalah pekerjaannya orang-orang mempunyai kemampuan secara intelektual seperti mahasiswa, dosen, politikus, dan lainnya. Kelima, buku yang beredar di masyarakat selama ini kurang bervariasi, secara implisit buku-buku yang ada selama ini memang disediakan untuk mereka yang secara khusus menyediakan waktu untuk membaca. Mengapa? Sebab, performance buku itu sendiri yang mengharuskan dibaca dengan serius dan membutuhkan waktu lama (tema serius, tebal, bahasa, dan kaidah penulisan yang ketat). Karena itu, sebagian orang menganggap membaca buku bukan hal menyenangkan melainkan justru membebani, dan membuat pikiran mumet. Selain kelima hal tersebut diatas, kemajuan di bidang elektronik juga dapat dijadikan sebagai salah satu penyebab rendahnya minat masyarakat untuk membaca dan menulis, terutama kaum remaja.
Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang cenderung lebih mengembangkan budaya lisan atau dengar dibandingkan dengan budaya tulis, sekali pun budaya tulis sebenarnya telah lama dikenal dan digunakan (Kompas, 1 Februari 1996). Kebutuhan informasi secara visual lebih tinggi daripada kebutuhan sebuah bahan bacaan. Budaya menonton sudah menjadi kebiasaan yang sepertinya begitu sulit untuk ditinggalkan. Sedangkan budaya membaca disadari atau tidak semakin hari semakin terpinggirkan. Fenomena umum di negeri ini adalah bahwa budaya lisan atau budaya mendengar lebih kuat mengakar dalam tradisi masyarakat dibandingkan budaya membaca dan menulis. Hal ini terlihat pada realita yang sering kita temui di masyarakat, semisal lebih suka mendengar cerita dari orang lain daripada membaca sendiri, lebih nyaman mengisi waktu luang saat menunggu ataupun tidak melakukan aktivitas yang berarti dengan ngerumpi daripada menjatuhkan pilihan pada membaca ataupun menulis, lebih senang pada tayangan-tayangan yang di-dubbing daripada harus membaca teks terjemahan tertulis dalam suatu tayangan, lebih riang menonton versi layar lebar dari sebuah cerita atau mendengarkan pembacaan puisi ataupun cerpen daripada membaca teks tertulis atau bukunya sendiri, dan sederet realita yang lain.
Jika di suatu negara minat masyarakatnya untuk menulis dan membaca rendah maka akan sulit membangunan manusia moderen untuk masa depan. Manusia moderen adalah manusia yang siap menghadapi transformasi di segala bidang yang ditunjukkan dengan kemampuan berfikir secara cepat dan tepat. Sebagai bangsa yang masih berkembang dan ketinggalan jauh dari negara-negara maju lainnya dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, maka kita harus cepat berbenah diri dan mulai menigkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, yang salah satunya dapat ditempuh dengan meningkatkan minat baca dan tulis masyarkat kita. Karena lewat buku bacaan, kita dengan rela akan meninggalkan pandangan-pandangan sempit yang tidak sesuai lagi dengan zamannya, kita juga dapat memperoleh banyak pengetahuan yang sebelumnya tidak kita ketahui. Berbagai buku yang padat informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan serta pengalaman masyarakat dunia pada gilirannya nanti akan membuat kita ikut berpacu mengejar kemajuan yang juga coba diraih bangsa-bangsa lain. Tapi akan sulit rasanya untuk mengejar ketinggalan kita, jika realita yang ada selama ini menunjukkan jumlah taman bacaan masyarakat yang ada di Indonesia belum sesuai dengan jumlah pemakainya, selain ini buku-buku yang di sediakan masih belum bervariasi sehingga masyarakat merasa enggan untuk membaca atau masuk ke dalam taman bacaan masyarakat. Padahal taman bacaan masyarakat akan sangat berperan penting untuk meningkatkan minat baca dan tulis masyarkat.
Upaya   mewujudkan  tatanan   masyarakat belajar, reorientasi  pemikiran kita lebih cenderung pada pendidikan kearah pemberdayaan dan pendidikan sepanjang masa yang relevansinya dengan pembangunan. Pendidikan harus   dipandangsebagai investasi modal berupa sumber daya manusia (SDM). Untuk mengfungsikan  sumber– sumber tersebut secara optimal perlu waktu, telaten , ulet, dan  sabar serta dengan cara tertentu,  juga  diperlukan  dukungan, motivasi dan bantuan.
 Lebih  khusus, secara letak geografis desa Ngabul  memiliki luas 604.906 Ha, terletak  200 meter dari permukaan air laut, beriklim tropis dengan curah hujan 10 mm/th, temperatur suhu udara rata-rata 23 s.d. 32 ° C. Sedangkan secara topografis , kondisi wilayahnya terdiri atas 73,62 %  tanah pekarangan, tegalan yang kering dan 26,38 % berupa tanah sawah tadah hujan. Desa Ngabul terdiri  dari 3 dukuh yaitu : dukuh Krajan, dukuh Jokosari dan dukuh Jeruk Gulung, dengan jumlah pembagian wilayah RT (Rukun Tetangga) sebanyak 34, dan RW (Rukun Warga) sebanyak 7.

JUMLAH PENDUDUK DESA NGABUL

Rumah Tangga
(RT)
Jumlah
Penduduk
(lak-laki)
Jumlah Penduduk
(perempuan)
Total Jumlah Penduduk
(jiwa)
Jumlah Kepala Keluarga
(jiwa)
1
908
917
1.825
609
2
807
813
1.620
439
3
786
802
1.588
503
4
802
793
1.595
438
5
868
884
1.752
495
6
686
703
1.389
374
7
735
739
1.474
431
Jumlah
5.592
5.961
11.553
3.287
Sumber : Data diolah, Monografi Desa Ngabul, 2010

Data Monografi Penduduk, penduduk Desa Ngabul sebanyak 11.553 jiwa, terdiri atas 5.592 jiwa laki – laki   dan 5.961 jiwa perempuan.  Sedangkan menurut data PPS (Panitia Pemungutan Suara) desa Ngabul tahun 2011, jumlah penduduk yang memiliki hak suara sebanyak 8.919 orang terdiri dari: 4.450 laki-laki dan 4.469 perempuan.

JUMLAH PENDUDUK MENURUT USIA
Jumlah
Penduduk
Usia 0-6  tahun
Jumlah
Penduduk
Usia 7-12 tahun
Jumlah Penduduk
Usia 13-15 tahun
Jumlah
Penduduk
Usia 20-26 tahun
Jumlah
Penduduk
Usia 27-40 tahun
Jumlah
Penduduk
usia 40 th – ke atas

Jumlah
Penduduk


1.019


1.103

1.221

3.571

2.768

1.871

11.553
Sumber : Data diolah, Monografi Desa Ngabul, 2010

Untuk dapat menumbuhkan minat baca tulis masyarakat dan membuat baca tulis itu sebuah budaya, maka diperlukan perhatian dari semua pihak terutama pemerintah sebagai pemegang kebijakan. Salah satu cara yang paling efektif untuk dapat menumbuhkan minat baca tulis masyarakat ini adalah dengan mengoptimal peran taman bacaan masyarakat, baik dengan meningkatkan jumlah taman bacaan masyarakat umum yang ada, maupun dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas buku-buku yang ada dalam taman bacaan masyarakat. Persepsi masyarakat mengenai fungsi taman bacaan masyarakat yang selama ini hanya diangggap sebagai tempat untuk membaca juga harus diganti. Selama ini, banyak orang mempersepsikan dan membayangkan taman bacaan masyarakat hanya sebagai tempat membaca, dengan tata ruang yang kaku, dan dipenuhi oleh buku-buku tebal yang membutuhkan kemampuan intelektual yang tinggi untuk dapat membacanya.
TBM (taman bacaan masyarakat) harus memberikan layanan peningkatan minat baca bagi peserta didik pendidikan nonformal dan informal serta masyarakat umum melalui penyediaan koleksi buku bacaan dan kegiatan-kegiatan untuk mendemonstrasikan kemampuan membaca, menulis dan berkomunikasi.

2. Sasaran Penerima Manfaat
Sasaran penerima manfaat dari program TBM (taman bacaan masyarakat) adalah sebagai berikut :
·      Masyarakat umum
·      Warga masyarakat yang telah menyelesaikan pendidikan keaksaraan (KF/KUM)
·      Peserta didik anak usia dini beserta orang tuanya
·      Peserta didik usia sekolah tingkat dasar sampai menengah
·      Peseta bimbingan belajar
Perlu diinformasikan bahwa, lokasi TBM Jendela Ilmu ini berada disekitar lembaga pendidikan dan tempat ibadah serta sarana umum lainnya yang jaraknya tidak lebih dari 0 - 500 m dari TBM, seperti : PAUD Jendela Ilmu, Bimbel Jendela Ilmu, TK Pertiwi 02 Ngabul, Polindes Ngabul, SDN 5 Ngabul, Pos PAUD Mawar, Madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Qur’an Matholi’ul Ulum dan tempat ibadah mushola dan masjid  serta tempat kegiatan ekonomi seperti toko kelontong, usaha kerajinan mebel.

3. Tujuan Kegiatan
Tujuan dari kegiatan TBM Jendela Ilmu ini adalah :
a.    Tujuan Umum
1)     Meningkatkan kemampuan baca, tulis, dan hitung sekaligus meningkatkan semangat gemar membaca dan belajar masyarakat dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan mereka ke arah kehidupan yang lebih baik.
2)     Melembagakan TBM sebagai wadah kegiatan belajar masyarakat dan mendorong terwujudkan masyarakat pembelajar sepanjang hayat.
3)     Untuk menciptakan program kegiatan yang mampu memenuhi permintaan warga masyarakat dalam usaha meningkatkan taraf hidupnya melalui kegiatan membaca, berpengetahuan, berketerampilan, berbudaya maju, dan beradab.
4)     Memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan mereka ke arah kehidupan yang lebih baik.
5)     Bertindak selaku agen cultural , artinya taman bacaan masyarakat (TBM) pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya.

b.     Tujuan Khusus
1)     Sebagai  wadah yang menyediakan bahan bacaan lewat buku-buku pustaka untuk meningkatkan pengetahuan dan memotivasi budaya membaca masyarakat sehingga tercipta masyarakat gemar belajar serta memberikan wadah kegiatan belajar masyarakat.
2)     Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat, terutama mengenai topik yang berguna bagi mereka yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat.
3)     Merangsang masyarakat untuk selalu memperoleh pengetahuan dan potensi dasar yang terus berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya.
4)     Untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan keaksaraan aksarawan baru sehingga tidak buta huruf kembali
5)     Melakukan kegiatan -  kegiatan seperti: lomba-lomba, study banding ke TBM/perpustakaan daerah dan lainnya.

4. Hasil yang akan dicapai
Hasil yang diharapkan dari kegiatan TBM Jendela Ilmu ini adalah:
a.     meningkatnya budaya baca masyarakat melalui pembentukan komunitas baca yang dibina oleh TBM dengan meningkatkan mutu layanan TBM sehingga masyarakat memanfaatkan TBM secara teratur dan berkesinambungan.
b.     memperluas akses TBM sampai tingkat kecamatan.
c.      meningkatnya mutu perlengkapan dan peralatan sebagai sarana kelembagaan TBM dan meningkatnya jumlah koleksi dan variasi judul bahan bacaan yang disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang mencerdaskan pembaca.
d.     meningkatnya minat dan termotivasinya masayarakat untuk membaca serta meningkatnya kegiatan pembudayaan kegemaran membaca.
e.     Terselenggaranya berbagai kegiatan di bidang peningkatan minat baca masyarakat.

5.     Identitas Lembaga
  1. Nama Lembaga        : TBM Jendela Ilmu
  2. Alamat Lengkap       : Jln. Bunton (Dukuh Jokosari RT.03/RW.05)
  Desa Ngabul Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara
  1. No. Telp/HP               : 081 325 755 762
  2. E-mail                       : jendelailmu_jepara@yahoo.com
  3. Tanggal Berdiri         : 20 Mei 2010
  4. Ijin Operasional        : Nomer          : 421.1/0286/2010
  Tanggal       : 2 Agustus 2010
  Dari               : Dinas Pendidikan,Pemuda & Olahraga 
                        Kabupaten Jepara
  1. Akta Notaris              : No. 7 Tgl. 25 Mei 2010
  2. Nama Bank               : Bank BRI Unit Mantingan
No. Rekening           : 5893-01-002703-53-5

6.     Susunan Kepengurusan
No
Nama
Jabatan
Jen Kel
Pend akhir
1
Siti Istiqamah,S.Pd
Ketua
P
S1
2
Ah.Jamaludin,A.Ma.Pd
Sekretaris
L
D2
3
Rochmat,SE.
Bendahara
L
S2
4
Khonik’ah
Tng. Layanan
P
SLTA
5
Hanna Shofiana,S.Pd.I.
Tng.Adsminstrsi
P
S1

Pembagian Tugas Pengelola sebagai berikut :
  • Ketua, mempunyai tugas:
(a) memimpin TBM,
(b) menyusun dan menetapkan program,
(c) memajukan dan mengembangkan TBM,
(d) melakukan hubungan kerjasama,
(e) mengelola keuangan,

  • Sekretaris, mempunyai tugas:
(a) Menangani berbagai masalah administrasi
(b) surat menyurat setiap kegiatan.

  • Bendahara mempunyai tugas:
(a) mengelola keuangan dengan menggunakan pembukuan yang baik dan benar,
(b) Memberikan laporan kondisi keuangan kepada ketua dan pihak-pihak yang membutuhkan setiap saat dibutuhkan

  • Urusan Administrasi dan Teknis, mempunyai tugas:
(a) mengurus administrasi dan surat menyurat,
(b) mengadakan seleksi dan pengadaan bahan bacaan,
(c) melaksanakan pengolahan bahan bacaan,
(d) melaksanakan pengembangan bahan bacaan,

  • Urusan Layanan, mempunyai tugas:
(a) membuat tata tertib,
(b) memberikan layanan TBM,
(c) melaksanakan administrasi keanggotaan.

7. Sarana dan Prasarana
1
Luas  Lahan/ Bangunan
Luas Tanah: 2480
Luas Bangunan:  100 m²

Milik pengelola
(Pinjam selama kegiatan masih berjalan)

2
Rincian Bangunan

·     Ruang kantor
·     Ruang belajar
·     Ruang taman bacaan
·     Ruang toilet
·     Teras / tempat tunggu
      
·     1 ruang
·     2 ruang
·     1 ruang
·     1 ruang
·     1 unit
3
Sarana / fasilitas pembelajaran, antara lain:

Meja 2 buah
Kursi 15  set
Papan tulis  2 set
Rak buku 2 unit
Loker 1 unit
Komputer  2 unit
Bahan ajar 10 jenis
Bahan Bacaan 901  eksp
Tape 1 unit

Kondisi :  baik

8.      Sumber daya manusia

Jenis / Profesi Tenaga
Tingkat Pendidikan (orang)

SMP
SMA
Diploma
S1
S2
Jumlah
·      Pengurus / Pengelola
0
0
1
1
1
3
·      Tenaga adsministrasi/layanan
0
1
0
1
0
2
Jumlah
0
1
1
2
1
5

9.  Kegiatan yang telah dilakukan
Adapun kegiatan yang pernah dilakukan adalah sebagai berikut :
a.     Tahun 2010 :
·      Pelayanan peminjaman buku
·      Lomba baca puisi
·      Pelatihan Menulis Berita
·      Bimbingan belajar
b.     Tahun 2011 :
·      Pelayanan peminjaman buku
·      Lomba lari karung, makan kerupuk
·      Bimbingan belajar
c.      Tahun 2012 :
·      Pelayanan peminjaman buku
·      Lomba rangking 1
·      Membaca harian
·      Bimbingan belajar
d.     Tahun 2013 :
·      Pelayanan peminjaman buku
·      Belajar membuat kliping Koran
·      Lomb abaca puisi tingkat SD/MI
·      Lomba synopsis tingkat SLTP
·      Lomba synopsis tingkat SLTA
·      Bimbingan belajar
·      Membaca harian
e.     Tahun 2014 :
·      Pelayanan peminjaman buku
·      Belajar membuat kliping Koran
·      Bimbingan belajar
·      Membaca buku harian
f.      Tahun 2015
·      Peminjaman buku
·      Membaca harian
·      Bimbingan belajar matematika dan bahasa inggris
§  Pelatihan membuat bakso ikan, presto
g.     Tahun 2016
·      Peminjaman buku
·      Membaca harian
·      Bimbingan belajar matematika dan bahasa inggris

10.  Penghargaan

No
Jenis Lomba
Tingkat
Keterangan
1
Pengelola TBM
Kab. Jepara
Tahun 2013
Juara 2
2
Pengelola TBM
Kab. Jepara
Tahun 2014
Juara 1

11.     Penutup

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) merupakan  lembaga yang tidak hanya menyediakan berbagai jenis bahan belajar yang dibutuhkan masyarakat melalui pengelolaan yang baik, melainkan juga menyediakan kegiatan lain untuk memberikan pengalaman bagi masyarakat. TBM dimulai dengan sosialisasi yang kreatif, pola penyelenggaraan yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, pengawasan, dan evaluasi.
Selama ini, TBM yang ada memiliki keaneka-ragaman, tergantung daerah setempat dan kondisi dana yang ada. TBM mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kekurangan tersebut terutama berkaitan dengan keseriusan penyelenggara dalam menyelenggarakan dan mengelola TBM. Keanekaragaman bahan bacaan tidak dikelola secara professional sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Sedangkan kelebihan TBM—terutama dikarenakan keberadaannya yang jauh dari perkotaan, sehingga memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat guna memenuhi kebutuhan akan bahan bacaan serta mempertahankan kemampuan membacanya. Untuk itu, penyelenggara dan pengelola TBM perlu melakukan kegiatan identifikasi kebutuhan bahan bacaan masyarakat sehingga bahan bacaan yang ada benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. Pengelola TBM juga harus meningkatkan kemampuan serta keterampilan dalam mengelola TBM dan memotivasi masyarakat setempat agar memiliki minat baca.
Karena itu pula pemerintah perlu memfasilitasi kegiatan peningkatan kompetensi pengelola TBM misalnya melalui pendidikan dan pelatihan, orientasi teknis maupun pembinaan secara berkala. Lebih jauh TBM perlu melakukan kegiatan promosi yang lebih efektif kepada masyarakat.
Membaca buku-buku pustaka terkesan jenuh dan tidak memberikan semangat  jika yang dibaca tidak ada koleksi buku pustaka yang bervariasi, untuk itu perlu dicarikan solusi bagaimana agar masyarakat gemar membaca dan  mau meningkatkan pengetahuannya. Salah satu alternatif solusi. menurut kami, adalah mencarikan bantuan baik itu berupa buku pustaka maupun bantuan berupa dana.
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Jendela Ilmu merupakan program meningkatkan minat membaca dan belajar serta pengetahuan kepada warga belajar khususnya dan warga masyarakat umumnya.
Karena dengan tersedianya sarana buku pustaka yang memadai baik yang berupa pengetahuan life skills, pendidikan, agama dan dakwah, kesenian, budaya, sejarah, dan ilmu pengetahuan lainnya melalui maka akan menambah pengetahuan dan menumbuhkan minat membaca dan belajar terhadap warga masyarakat.

0 komentar:

Posting Komentar

 

TBM. JENDELA ILMU Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates